Lapisan Bumi dan Komposisi Kimianya

Lapisan Bumi dan Komposisi Kimianya – Bumi ialah planet ke-3 dari Matahari sebagai rumah manusia dan semua wujud kehidupan yang dijumpai saat ini. Bumi berdiameter sekitaran 12.742 km dan berotasi sekitaran sumbunya dalam kurun waktu 24 jam.

Susunan dalam Bumi terbagi dalam kerak bumi, mantel pokok bumi, dan bumi. Kerak bumi ialah susunan yang teratas dan terbagi dalam bebatuan yang padat dan keras. Di bawah kerak bumi ada mantel bumi yang terbagi dalam bebatuan yang lebih padat dan lunak. Pokok bumi berada pada bagian terdalam dan terdiri dari nikel dan besi yang benar-benar padat.

Lapisan bumi dan komposisi kimianya

Ekosistem Bumi benar-benar kompleks dan terbagi dalam beragam tipe ekosistem seperti rimba, savanna, padang rumput, yang lain, dan laut. Keberagaman hayati di Bumi besar sekali dan mainkan peranan penting dalam kesetimbangan ekosistem.

Peralihan cuaca di Bumi sekarang ini sedang jadi perhatian global karena pemanasan global yang disebabkan karena kegiatan manusia seperti pembakaran bahan bakar deforestasi dan fosil. Transisi air di Bumi penting juga untuk keberlangsungan hidup di Bumi karena sediakan air buat keperluan ekosistem dan manusia.

Kehidupan di Bumi ada sekitaran 4,5 miliar tahun lalu dan sudah berkembang jadi beragam tipe organisme yang kompleks. Gelombang seismik Bumi sebagai gerakan dalam Bumi yang disebabkan karena kegiatan gempa bumi dan vulkanik. Gravitasi Bumi membuat beberapa benda di Bumi masih tetap ada di permukaan B memungkinkannya kehidupan dan umi.

Peta Bumi dipakai buat memperlihatkan lokasi geografis beragam daerah di Bumi. Eksploitasi Bumi dilaksanakan buat ketahui selanjutnya mengenai Bumi dan mendapati sumber daya yang bisa dipakai buat keperluan manusia.

Keseluruhannya, Bumi ialah planet yang unik dan penting untuk keberlangsungan hidup manusia dan semua wujud kehidupan lainnya. Kita harus jaga Bumi agar dipakai oleh angkatan seterusnya dengan baik.

Susunan Kimia Lapisan Bumi

Berdasarkan skema kimianya, formasi bumi terdiri jadi empat segi lainnya, salah satunya lithosfer atau formasi padat yang terdiri dari tanah dan batu-batuan. Seterusnya segi cair atau hidrosfer yang terdiri dari berbagai bentuk ekosistem perairan, seperti sungai, laut, dan danau.

Sementara yang ketiga adalah segi udara atau atmosfer yang menyelimuti semua permukaan bumi. Dan segi keempat adalah biosfer yang ditempati oleh bermacam type organisme.

Keempat komponen ini terkait dengan aktif antara yang satu dan lain. Contoh jalinan itu dapat dilihat pada peralihan biogeokimia dari bermacam komponen kimia yang ada di bumi sampai proses transfer panas dan perubahan materi padat.

1. Atmosfer

Atmosfer sebagai formasi udara yang menyelimuti bumi dengan ketebalan raih 2000 km. Semua gerakan udara yang ada dalam atmosfer ada karena ada imbas pemanasan sinar putaran matahari dan bumi.

Pergerakan putaran bumi mengakibatkan pergerakan massa udara sampai terjadi ketidaksesuaian penekanan di sejumlah tempat. Ketidaksesuaian penekanan ini yang seterusnya munculkan arus angin.

Peran dari formasi atmosfer adalah buat menjaga bumi agar tidak demikian panas karena sinaran sinar matahari dan tidak demikian dingin. Formasi udara ini berperanan buat membuat pelindungan bumi dari sinar ultra violet yang dari matahari. Sinar UV betul-betul berefek buat kelangsungan makhluk hidup di muka bumi.

Sementara itu, pada formasi segi bawah atmosfer ada awan yang mempunyai kandungan butir-butir air. Butiran ini tiba dari uap air lautan dan uap air daratan yang pada akhirnya turun ke atas bumi sebagai hujan.

Formasi atmosfer mempunyai kandungan bermacam tipe gas. Berdasarkan volumenya, type gas yang paling banyak ada pada atmosfer adalah nitrogen (N2) sekitaran 78,08%, oksigen (O2) sekitaran 20,95%, karbon dioksida (CO2) sekitaran 0,03% dan argon 0,93%.

Sementara itu, ada pula type gas lainnya ada dalam atmosfer tapi konsentrasinya lebih rendah. Diawali dari kripton (Kr), neon (Ne), ozon (O3), hidrogen (H2), helium (He), uap metan, dan air.

2. Hidrosfer

Hidrosfer adalah segi bumi berwujud wilayah perairan. Wilayah ini menyelimuti semua permukaan bumi. Hidrosfer meliputi air, tanah, mata air, danau, laut, samudera, hujan, dan air yang ada dalam atmosfer.

Selain daratan, sekitar tiga perempat permukaan bumi yang kita tempati ditutupi oleh air. Air bersirkulasi dalam peralihan hidrologi. Artinya, air jatuh sebagai hujan, lalu mengalir jadi sungai ke samudra dan menguap balik lagi ke atmosfer.

Air terdiri jadi tiga type, salah satunya:

  • Air di atas bumi yang meliputi sungai, danau, laut, rawa, es, salju, dan gletser.
  • Air dalam udara yang meliputi kabut, uap air, dan semua type awan yang terbentuk di udara.
  • Air dalam tanah yang meliputi air tanah, air kapiler, dan geiser yang disebutkan mata air panas yang menyembur secara periodik.

Perlu kita garis bawahi, jumlah air di atas bumi tetap sama dan tidak berkurang. Tapi wujud dan tempat dari air itu hanya alami perubahan. Adapun perubahan wujud air yang kita ketahui sebagai cair, padat dan gas membuat satu daur peralihan atau hidrologi.

Peralihan hidrologi adalah satu proses perputaran air seperti proses berjalannya hujan yang dari penguapan air jadi awan. Setelah raih titik bosan, awan itu akan jatuh berwujud butir-butir air begitu hujan dan seterusnya.

3. Litosfer

Formasi bumi kemudian litosfer yang ada di atas formasi pengantara atau astenosfer dengan ketebalan raih 1200 km dan berat type rata-rata sekitar 2,8 gr per cm3. Pada bagian kerak bumi ini, temperaturnya bisa raih 1.050o celsius.

Litosfer sering disebut dengan formasi batu-batuan pembentuk kulit bumi atau crust. Istilah ini datang dari 2 kata, yaitu katalithos yang memiliki makna batu dan katasphere atau sphaira yang memiliki makna bulatan atau formasi.

Oleh karena itu, litosfer bisa diambil kesimpulan sebagai satu formasi batu-batuan pembentuk kulit bumi. Arti lain dari litosfer yang sering digunakan oleh beberapa peneliti adalah segi formasi bumi paling atas dengan ketebalan sekitar 70 km yang tersusun atas batu-batuan penyusun kulit bumi.

4. Biosfer

Biosfer adalah formasi bumi yang dapat dihuni oleh makhluk hidup buat melangsungkan kehidupannya. Biosfer terdiri dari daratan, perairan dan udara yang memungkinkan ada kehidupan dan berjalannya proses biotik. Dibandingkan formasi bumi yang lain, biosfer adalah formasi paling tipis, yaitu sekitar 9.000 meter.

Susunan Bumi Menurut Beberapa Pakar

Susunan Bumi ialah bagian utama dalam susunan Bumi yang memengaruhi semua faktor kehidupan di Bumi. Beberapa pakar geologi sudah usaha ungkap rahasia susunan Bumi lewat beragam eksploitasi dan riset. Berikut ialah artikel mengenai susunan Bumi menurut beberapa pakar.

Menurut beberapa pakar, susunan Bumi terdiri jadi empat susunan khusus, yakni kerak bumi, mantel bumi, pokok susunan, dan bumi. Lapisan-lapisan ini mempunyai karakter dan perannya masing-masing.

Kerak bumi ialah susunan yang teratas dan terbagi dalam bebatuan yang padat dan keras. Susunan ini terdiri dari 2 sisi, yakni kerak kerak darat dan samudra. Kerak samudra terbagi dalam bebatuan basalt dan kerak darat terbagi dalam bebatuan granit. Kerak bumi mainkan peranan penting dalam jaga konsistensi B jaga lingkungan dan umi.

Mantel bumi ialah susunan di bawah kerak bumi dan terbagi dalam bebatuan yang lebih padat dan lunak. Mantel bumi terdiri dari 2 sisi, yakni mantel mantel bawah dan atas. Mantel atas terbagi dalam bebatuan peridotit dan mantel bawah terbagi dalam bebatuan eclogit. Mantel bumi mainkan peranan penting pada proses geologi Bumi seperti pembangunan gunung gempa bumi dan berapi.

Pokok bumi berada pada bagian terdalam Bumi dan terdiri dari nikel dan besi yang benar-benar padat. Pokok bumi terdiri dari 2 sisi yakni pokok pokok cair dan padat. Pokok padat berada pada bagian dalam dan pokok cair berada pada bagian luar. Pokok bumi mainkan peranan penting dalam jaga konsistensi Bumi dan hasilkan medan magnet.

Susunan atmosfer ialah susunan di luar Bumi yang terbagi dalam gas-gas yang melingkari Bumi. Susunan ini terdiri dari 5 sisi yakni troposfer, stratosfer, mesosfer, eksosfer, dan termosfer. Susunan atmosfer mainkan peranan penting dalam jaga temperatur Bumi dan membuat perlindungan Bumi dari radiasi matahari.

Keseluruhannya, susunan Bumi menurut beberapa pakar ialah bagian utama dalam susunan Bumi yang semua faktor memengaruhi kehidupan di Bumi.

Susunan Bumi dipisah jadi bagian-bagian berdasar formasi, karakter fisiknya, dan struktur. Beberapa pakar geologi sudah meningkatkan mode susunan Bumi yang dipakai sebagai referensi dalam menerangkan peristiwa geologi.

Susunan Bumi terdiri dari 4 susunan khusus, yakni:

Krusta: susunan yang terluar dan terdiri berbahan padat dan beku. Krusta terdiri dari 2 tipe, yakni krusta krusta oceanic dan continental. Krusta continental terbagi dalam bebatuan granitik dan krusta oceanic terbagi dalam bebatuan basaltik.

Mantel: susunan di bawah krusta yang terdiri berbahan padat dan cair. Mantel terdiri dari 2 sisi, yakni mantel mantel inferior dan perkasa. Mantel perkasa terdiri berbahan padat yang lebih halus dibanding mantel inferior.

Kerak: susunan di bawah mantel yang terdiri berbahan cair. Kerak terdiri dari 2 sisi, yakni kerak kerak darat dan samudra. Kerak samudra terdiri berbahan cair yang lebih dingin dan kerak darat terdiri berbahan cair yang lebih panas.

Pokok: susunan paling dalam dari Bumi yang terdiri berbahan padat. Pokok terdiri dari 2 sisi, yakni pokok pokok dalam dan luar. Pokok luar terdiri berbahan padat yang lebih enteng dibanding pokok dalam.

Mode susunan Bumi ini dipakai sebagai referensi dalam menerangkan peristiwa geologi seperti gempa bumi, letusan gunung berapi, dan lain-lain. Riset terus dilaksanakan buat pahami selanjutnya mengenai susunan dan karakter susunan Bumi.

Itulah yang dapat kami sampaikan terkaitLapisan Bumi dan Komposisi Kimianya, Mudah-mudahan artikel ini bisa bermanfaat untuk kalian semua.

Leave a Comment