Pengertian Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB)

Pengertian Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) – Keperluan listrik warga setiap hari selalu mengalami kenaikan dari masa demi masa. Suplai sumber listrik yang didukung oleh beragam tipe pembangkit listrik, satu diantaranya ialah Pembangkit Listrik Tenaga Angin atau yang disebut juga Pembangkit Listrik Tenaga Bayu.

Pembangkit listrik dengan mekanisme ini sanggup mengkonversi energi angin/bayu jadi listrik dengan cara memanfaatkan kincir angin sebagai generator. Salah satunya contoh yakni PLTB di Indonesia yang ada di Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan.

Apa itu Pembangkit Listrik Tenaga Angin / Bayu

PLTB ialah mekanisme pembangkit listrik dengan memanfaatkan angin buat memutar kincir yang berperan sebagai generator. Sumber energi angin benar-benar prospektif diperkembangkan di Indonesia karena terbilang cukup murah, ramah ketersediaannya terus-menerus dan lingkungan.

Riwayat PLTB

Kincir angin atau turbin angin sebagai elemen khusus dalam Pembangkit Listrik Tenaga Angin. Pertama kali, pemakaian turbin angin ini digunakan buat aktivitas untuk kepentingan irigasi penggilingan padi atau keperluan beberapa petani.

Pemakaian turbin angin sebagai pembangkit listrik pertama kalinya yang di dapatkan di Skotlandia di tahun 1887. James Blyth sebagai seorang sarjana yang memakai turbin angin buat isi battery yang berperan sebagai pencahayaan rumah.

Beberapa waktu selanjutnya, ilmuwan Amerika yang namanya Charles F. Brush meningkatkan turbin automatis buat hasilkan listrik. Perubahannya makin cepat sampai tahun 1900, Denmark memiliki sekitar kurang lebih 2.500 kincir angin yang bisa dipakai buat penuhi kepentingan pompa, penggilingan, sampai pembangkit listrik.

Perubahan turbin angin semakin mengalami peningkatan diawali di tahun 1931, yakni dengan diawali pembangunan kincir angin di Yalta, Uni Soviet.

Komponen

Konsep kerja dasar pembangkit listrik tenaga angin ialah mengganti energi mekanis yang mengambil dari sumber angin jadi energi kinetik. Perputaran pada kincir selanjutnya digunakan buat memutar generator.

Tetapi pada prosesnya tidak berjalan segampang itu, ada berbagai sub mekanisme yang berperan buat tingkatkan keamanan dan efektivitas turbin angin. Berikut elemen yang ada di turbin angin, diantaranya adalah:

1. Generator

Elemen ini ialah sisi paling penting dalam mekanisme turbin angin. Generator berperan buat mengganti energi gerak jadi energi listrik.

Konsep kerja generator mengaplikasikan teori medan elektromagnetik. Ini karena salah satunya langkah kerja generator di bagian porosnya yang dipasang material ferromagnetic permanan. Seterusnya, kutub itu dikitari oleh stator yang berbentuk kumparan-kumparan kawat seperti loop.

Saat kutub generator bergerak, karena itu peralihan fluks bisa terjadi di stator yang selanjutnya hasilkan arus listrik dan tegangan. Lalu hasil itu disalurkan lewat kabel jaringan dan pada akhirnya bisa dipakai oleh warga sekitar.

Tegangan dan arus listrik dari generator ini sejenis dengan AC atau Alternating current dan tegangan itu membuat gelombang sinusoidal.

2. Gearbox 

Elemen mesin turbin ini bermanfaat buat mengganti perputaran yang ada pada kincir yang rendah jadi perputaran yang lebih tinggi. Gearbox yang biasa sering dipakai ialah perbedaan 1:60.

3. Penyimpanan Energi

Elemen ini berperan buat back-up energi listrik saat tiupan angin mereda. Disamping itu, elemen ini berguna buat menyimpan energi saat terjadi kelebihan daya saat turbin berputar-putar kencang.

Alat penyimpanan energi ini langkah kerjanya seperti accu mobil demham kapasitas penyimpanan yang cukup besar. Energi yang diletakkan pada accu mobil sebesar 12 volt, 65 Ah dapat dipakai buat keperluan listrik rumah tangga sekitar 0,5 jam pada daya 780 watt

Tetapi pemakaian accu mobil mempunyai kekurangan, yaitu buat isi dayanya accu membutuhkan catu daya DC (Dirrect current) sementara daya yang dibuat dari generator ialah daya AC (Alternating current). Keadaan begitu membuat rectifier inverter dibutuhkan buat memenuhi keperluan itu.

4. Brake Sistem

Alat ini berperan juga buat menjaga perputaran kutub sesudah gearbox supaya pada prosesnya selalu ada di titik aman saat terjadi tiupan angin besar. Saat titik kerja telah ditetapkan, generator ini akan hasilkan energi listrik secara maksimal.

Adanya angin akan mengakibatkan perputaran cepat pada generator kutub. Bila tidak ditangani, karena kondisi itu bisa merusak genset.

Perputaran yang berlebihan akan menimbulkan kerusakan pada elemen, yakni overheat, kerusakan rotor, dan putusnya kawat genset karena tidak mampu meredam arus yang besar.

Keunggulan Pembangkit Listrik Tenaga Angin

Sebagai salah satu alternatif energi buat menghidupkan listrik, pasti sumber pembangkit ini mempunyai keunggulan dibandingkan pembangkit listrik yang lain, diantaranya:

  • Tenaga angin tidak menghasilkan emisi, hingga kurang menghasilkan hujan asam atau gas rumah kaca. Bahan bakar fosil sebagai pemroduksi emisi yang tinggi dan dalam jangka panjang dapat mempengaruhi cuaca bumi.
  • Angin sebagai sumber energi terbarukan hingga tidak pernah habis. Untuk sumber energi yang sifatnya periode panjang angin pasti dapat dihandalkan selamanya.
  • Ruang yang diperlukan relatif kecil bila dibandingkan dengan pembangkit listrik tipe lainnya. PLTB hanya membutuhkan bangunan beberapa mtr. buat membangun fondasi turbin angin. Turbin disekitaran tanah dapat dipakai untuk beragam kepentingan lain, seperti perkebunan dan pertanian.
  • Angin lebih ramah terbarukan dan lingkungan.

Sebagai negara yang memiliki garis pantai yang panjang, kekuatan energi angin di Indonesia benar-benar prospektif untuk digunakan.

Kementerian ESDM menyampaikan pengakuan jika beberapa daerah di Indonesia memiliki potensi yang bagus untuk menghasilkan energi listrik lewat angin dengan kemampuan lebih dari 100 megawatt.

Banyak daerah di indonesia dengan kekuatan seperti itu yakni di daerah Gunung Kidul, Tanah Laut, Belitung Timur, Buton, Kupang, Ambon, Saumlaki, Kei Kecil, Selayar, sampai Sumba Timur.

Lokasi lain juga masih dalam tahapan peningkatan bersamaan dengan dukungan Presiden dalam upaya peningkatan sumber daya listrik untuk memenuhi kebutuhan warga dan industri.

Kekurangan Pembangkit Listrik Tenaga Angin

Walau mempunyai keuntungan dibandingkan pembangkitan listrik lain, namun kenyataannya PLTB mempunyai kekurangan, yakni:

  • Selain itu ongkos pembangunan yang tinggi, perawatannya PLTB lebih mahal. Selain itu biaya pemeliharaan turbin angin mahal, umur gunakan turbin termasuk singkat.
  • Meski sebagai sumber energi terbarukan, namun angin memiliki sifat yang tidak mudah diprediksikan. Ini sama dengan tenaga surya, meskipun tidak terbatas tetapi kurang demikian dapat dihandalkan pada saat tertentu.
  • Pembangunan pembangkit listrik tenaga angin memerlukan jumlah turbin yang cukup banyak. Keperluan itu harus sesuai dengan pembangkit memiliki tenaga fosil. Turbin angin yang banyak berikut yang membuat tempat pembangunannya membutuhkan lokasi yang luas.
  • PLTB memberi ancaman untuk kehidupan di alam liar. Misalkan burung yang terbang bebas bisa jadi cedera atau tewas jika terbang ke turbin angin itu.
  • Pembangunan pembangkit listrik ini membutuhkan ongkos pembangunan yang cukup besar. Disamping itu, pembangunannya juga harus jauh dari sumber beban dan membutuhkan transmisi yang memiliki biaya tinggi.

Demikian ulasan yang sudah kami rangkum mengenai Pengertian Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) , semoga artikel ini bisa menambah wawasan kalian semua.

Leave a Comment